Pernah tidak kamu berpikir apakah saya ini sehat? Lalu disusul pertanyaan lain, sehat apa dulu jasmani kah atau rohani? Persepsi tentang sehat menurut setiap individu seringkali berbeda. Menurut UU RI NOMOR  36  TAHUN  2009:

“Sehat itu sendiri dapat diartikan bahwa suatu keadaan yang sempurna, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis”.

 

Pernyataan tersebut memberikan kita penjelasan bahwa dimensi sehat ada 4, yaitu fisik, mental, spiritual, dan sosial. Selanjutnya, apakah individu dengan fisik yang baik namun tidak mempunyai hidup produktif dapat dikatakan sehat? Sebaliknya, seorang individu mampu untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis namun tidak pernah menjalankan ibadah (spiritual) sudah dianggap sehat? Berikut penjelasan dimensi-dimensi sehat.

 

  1. Dimensi Fisik

Dimensi ini mengacu pada aspek jasmani seperti tidak adanya penyakit dan cedera. Sehat fisik paling mudah dikenali karena menyangkut mekanisme dan fungsi tubuh. Jika kesehatan fisik menurun maka akan menyebabkan dimensi sehat sosial terganggu karena diharuskan istirahat di rumah atau di pelayanan kesehatan lainnya.

 

  1. Dimensi Mental/Intelektual

Seringkali dimensi mental terkait dengan atau termasuk dalam kesehatan emosional. Dimensi ini lebih mengacu kepada bagaimana fungsi otak seseorang melalui cara berpikirnya, dilihat dari wawasan, logika, dan pertimbangannya. Tingkat intelijensi seseorang merupakan salah satu bentuk dari sehat secara mental/intelektual.

 

  1. Dimensi Spiritual

Sehat secara spiritual berkaitan dengan kepercayan dan praktik spiritual keagamaan. Sehat spiritual tercermin dari cara mengekspresikan rasa syukur, pujian, menjalankan ibadah, kepercayaan terhadapat sesuatu di luar alam fana ini. Dimensi spiritual menjadi komponen kesehatan yang memberikan konteks semua dimensi lain. Maksudnya, tanpa adanya kesehatan spiritual, maka kesehatan lain seolah menjadi tak ada artinya

 

  1. Dimensi Sosial

Kemampuan seseorang menjalin dan mempertahankan hubungan dengan orang lain termasuk dalam sehat secara sosial. Kesehatan sosial juga dapat dlihita dari kemampuan untuk memelihara dan memajukan keidupan pribadi dan keluarganya sehingga memungkinkan untuk bekerja, beristirahat dan menikmati hiburan.

 

Jika kita dapat memahami diri sendiri bahkan orang lain, tentu kita akan dapat melihat bahwa tidak ada orang yang 100% sehat berdasarkan standar dari WHO. Dimensi sehat memiliki tingkatan berikut ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *